MAHASISWA PENYAMBUNG TRADISI KEILMUAN
Kita sebagai penuntut ilmu seharusnya sedar bahawa ini suatu amanah yang perlu ditanggung. Jangan sekali-kali kita memutuskan tradisi dengan menolak autoriti yang lama. Sedangkan yang lama itu penuh dengan hikmah.
Dan yang baru dalam erti yang sifatnya suka memperkecilkan autoriti lama yang muktabar, semata-mata bertujuan agar dirinya pula yang menggantikan yang lama, tidaklah wajar diberi perhatian.
Kita lihat bahawa hangat perdebatan dalam soal-soal khilafiah dan dengan banyaknya ustaz picisan,atau ilmuan palsu yang berusaha menonjolkan diri di mata masyarakat sebagai murabbi ummah dengan saling berpencak sesama mereka, menambahkan lagi kekeliruan masyarakat yang memang sudah sedia keliru.
Kita pula bertanya, siapa yang patut kita dengar?Yang mana betul? Pertamanya, tinggalkanlah jidal,kerana ianya banyak membawa kemudaratan.Kedua,usahlah berdebat dalam persoalan-persoalan khilafiah,kerana ia makin membawa kepada perpecahan yang tidak berkesudahan.
Tidak tahu siapa yang patut didengari,bermaksud kita tak tahu siapa ilmuan sebenar,dan siapa penyamar.
Maknanya soalan yang mereka nak tahu jawapannya ialah Siapa Ulama?
Dan soalan ini sebenarnya bukanlah soalan yang benar-benar soalan.Ulama yang benar bersifat dengan ilmu.
Kalau dikenali hakikat ilmu,dapatlah dikenali siapa itu ulama.
Soalan yang betul ialah apa itu ilmu.
Kalau diketahui hakikat ilmu,nescaya dikenali siapa ulama sebenar.Tak tahu siapa ulama bermakna tak kenal apa itu ilmu.
Maknanya ini masalah ilmu.Dan masalah ilmu ini,penyelesaiannya adalah ilmu.
Iaitu ilmu tentang ilmu. Epistemologi lah maknanya. Ini yang sepatutnya diberi perhatian khusus oleh mahasiswa.
Kalau tak kenal apa itu ilmu,layakkah kita menggelar diri kita penuntut ilmu? Adakah kita benar-benar tahu,yang kita tuntut selama ini adalah ilmu, atau pun tidak, kalau ilmu pun tak dikenali oleh kita?
APA ITU ILMU,WAHAI PARA MAHASISWA DAN MAHASISWI SEKALIAN?
1.Apa itu bebalisme?
Jawapan : Bebalisme merupakan sikap yang terdiri dari berbagai-bagai perangai yang manifestasi akhirnya termasuk ketidaktahuan, lamban, acuh tidak acuh dan keras kepala yang membatu, sebagai ganti dari usaha yang gigih. Walaupun tersebar luas di seluruh dunia, namun gejala paling ketara terdapat di negara-negara kurang maju.
2.Apakah ciri-ciri utama orang pandir?
Jawapan :
a.Tidak mampu mengenali permasalahan
b.Jika diberitahukan permasalahan itu kepadanya dia tidak mampu menyelesaikannya.
c.Tidak mampu mempelajari apa yang diperlukan.
d.Tidak mampu mempelajari seni belajar.
e.biasanya dia tidak mengakui kepandirannya.
3.Bilakah dapat dilihat kemunculan mereka?
Jawapan : Biasanya orang pandir akan menonjol pada saat genting.
4.Apakah ciri-ciri orang bebal?
Jawapan :
a. Tidak mampu mengenali masalah.
b. Jika diberitahu, dia tidak berupaya menyelesaikannya.
c. Tidak mampu mempelajari apa yang diperlukan, malah tidak
memiliki kemahiran belajar.
d. Tidak mengaku kebebalannya.
e. Tidak boleh menghubung-kaitkan sesuatu dalam konteks ruang
dan waktu dan dengan faktor2 yang lain.
f. Hanya memberikan tindak balas kepada suasana sementara tetapi
tidak memikirkan.
g. Berfikir hanya melalui sebab terhad dan tidak melalui urutan
sebab-akibat.
h. Terpenjara dengan tabiat sendiri tanpa berfikir secara kritis tentang
asas pemikirannya.
i. Tidak berfikir dengan mendalam.
j. Tidak mempunyai tenaga akal dan hanya menurut apa yang
mudah.
k. Tidak berupaya berbicara dengan abstraksi yang tinggi tanpa
menentang hakikat.

::: Syed Hussein Alatas : Intelektual Masyarakat Membangun.


1.Apakah maksud Golongan Intelektual?

Jawapan : Seseorang yang memikir tentang gagasan dan masalah bukan kebendaan dengan menggunakan keupayaan aqal.



2.Apa tugas mereka?

Jawapan : Berfikir, mempertimbangkan masalah-masalah tertentu, dan cuba untuk sampai kepada penyelesaiannya.



3.Apakah ciri-ciri sosial kaum intelektual?

Jawapan :

a.Mereka direkrut dari segala kelas sekalipun dalam proporsi yang berbeza-beza.

b.Mereka boleh ditemui dalam kalangan pendukung atau penentang berbagai-bagai gerakan kebudayaan atau politik.

c.Mereka pada umumnya bukanlah perkerja tangan dan sebahagian besar menjadi penulis,dekan penyair, wartawan dan sebagainya.

d. Sampai batas tertentu mereka agak menjauhkan diri daripada masyarakat,selebihnya bergaul dalam kelompoknya sendiri.

e.Mereka tidak hanya tertarik dari segi pengetahuan teknikal dan mekanikal semata-mata. Mereka tertarik juga kepada idea-idea tentang agama, kehidupan yang lebih baik, seni, rasa kebangsaan, ekonomi terancang, kebudayaan dan yang sejenisnya termasuk dalam dunia pemikirannya.

f.Golongan intelektual berusaha melihat hal dalam perspektif yang luas, dalam bentuk hubungan , menyaling dan menyeluruh.

g.Golongan intelektual sentiasa merupakan sebahagian kecil dari masyarakatnya.



4.Apa maksud inteligensia?

Jawapan : Mereka yang telah mendapat pendidikan tinggi formal dan moden,pakar dan professional, dan mereka yang memperoleh pendidikan tahadp tinggi dengan cara yang lain.



5.Masalah dan kegiatan khas apakah yang hanya dpat diusahakan oleh golongan intelektual?

Jawapan :

a.Masalah yang bukan, dan tak dapat ditangani oleh pakar.

b.Bidang kegiatan intelektual tidak dapat mengikuti batasan yang diletakkan oleh disiplin ilmu khusus mana pun.

c.Sikap intelektual tidak dapat diciptakan oleh latihan formal yang berorientasi pada disiplin ilmu dalam erti sukatan pelajaran dan sejumlah jam pelajaran yang ditetapkan.

d.Sasaran kegiatan intelektual selalu berkait dengan konteks kehidupan dan pemikiran yang lebih luas, yang meresap ke dalam nilai dan komitmen yang mendasar.

e.Hal yang dikejar oleh kaum intelektual bukanlah profesion, dan oleh itu sebab itu tidak tunduk pada jenis faktor yang menentukan tampil dan berkembangnya profesion.

f.Minat intelektual melibatkan masa lampau,kini dan masa depan.



6.Apakah beza usaha keras golongan intelektual dan usaha keras orang pandir?

Jawapan : Orang pandir hanya berusaha memahami buku disebabkan tekanan luar seperti ketika menjalani ujian.



Sumber -> Syed Hussein Alatas : Intelektual Masyarakat Membangun.

1.What is Islamic Gift Economy(IGE)?

Answer : The provisioning and sharing, by mutual giving and receiving, of natural and cultural abundance for realizing material and spiritual well-being.

2.Why is the definition like this?

Answer : This definition takes into consideration that the world and humankind are not only material or physical but more fundamentally they are also spiritual and have a higher, spiritual or metaphysical significance.

3.Why the notion Gift?

Answer : Its more about serving wider, communal/public rather than narrow, individual/private interests.

4.In IGE, how natural and cultural resources of the world is seen?

Answer : It is seen as blessings and bounties (fadl) from the Merciful Creator (ni‘am/ala’ al-Khaliq) are abundant and even unlimited in principle because wa in ta‘uddu ni‘mataLlahi la tuhsuha: “if you count the bounty of Allah you will not exhaust it” (Ibrahim: 34).

5.How will human act in IGE?

Answer : Humankind will take according to his need but not his greed, for because of abundance and plenitude there is no anxiety over scarcity that feeds greed (tama‘) and accumulation (takathur/jam‘ al-mal wa ta‘diduhu).

6.How does gratitude(shukr) plays role in IGE?

Answer : Gratitude(shukr) itself becomes an existential and psychological state of being that is itself generative of abundance (ziyadah) both material and spiritual, for "La in shakartum la’azidannakum" = “verily, if you give thanks, I will indeed give you more” (Ibrahim: 7).

7.How islamic economics is seen in IGE?

Answer : Islamic economics is seen as an economics of abundance,and never an economics of scarcity.

8.In IGE, how man manage his material desire?

Answer : Man voluntarily limits his material desires through cultivating the self-discipline of zuhd (spiritual detachment and economic downshifting) in order that he might better realize his higher and truer spiritual aspirations by which he finds his true self and place in the larger order of creation and being.

9.What is the verses in the Quran that serves as a good reminder regarding answer in question 8?

Answer : “bal tu’thiruna al-hayata al-dunya wa al-akhiratu khayrun wa abqa” = “Indeed, you prefer the life of the world, but the Afterlife is better and more lasting” (al-A‘la: 16-17).

10.What does the IGE serve in the context of cognitive and moral purpose?

Answer : They serve a cognitive and moral purpose that transcends their immediate physicality or sensuality; namely, a purpose which is indicative of a higher, more encompassing Reality (al-Haqq) on which they depend, in which they are embedded, and to which they respond.

1.What is the definition of post-truth?

Answer : Objective facts are less influential in shaping public opinion than appeals to emotion and personal belief.

2.What is the impact of post-truth?

Answer : Corruption of intellectual integrity.

3.What is the key ingredient of the post-truth culture?

Answer : The rise of social media.

4.What is the position of opinion in post-truth culture?

Answer : Strong opinion can shout down evidence.It's about my opinion is worth more than the facts.Its about how i feel about things.Everyone can publish their own ideas.And if you disagree with me, its an attack on me and not my ideas.

5.What is the warning that you can give on the post-truth culture?

Answer : Its a warning of a culture where a few claims on social media can have the same credibility as a library full of research.


1.What is postmodernism?

Answer : Its a reaction against modernism.

2.What is modernism then?

Answer : Modernism was optimistic,in terms of human potential,had a certain certainty about objective knowledge. The modern mindset was that we could stand in a neutral position observing reality.We can have some sort of god sight view on reality.Modernism has a consciousness of unity of all knowledge,the faith,the power of reason to come to the truth.

3.So, what happens in postmodernism?

Answer : That confidence(as in answer to question 2), has disappeared. So, postmodernism perspective is introduced ,which was more pessimistic. Its lost much of its confidence in its inevitability of progress, it lost its sense of certainty about human knowledge.It becomes more cynical about human experience of the world.Even the goodness of knowledge itself it seems

4.What about scientific knowledge.

Answer : Its taking all sorts of destructive direction.

5.What about the status of modern mindset that is, you say "we could stand in a neutral position observing reality",happens in era of postmodernism?

Answer : Abandonment of neutrality.No one is in neutral position.No one has god sight view of reality.There are multiplicity of perspective.There no unify perspective on truth anymore.

6.What about truth in postmodernism?

Answer : It must be deconstructed.

7.What is the addition on postmodern perspective?

Answer : In postmodern perspective, we are shaped and determined by our community in which we live. Human autonomy in a world without god. In a literal sense, the author of the text is no longer significant. All that mattters(to postmodernism), is 'my reading of the text and my perception of the text'.The author of reality itself, God, is no longer significant.They say, "we must create our own meaning,our own reality,our own purpose for life".In postmodernism, truth is simply what works for you,what you can get others to believe.Create you own truth,create your own meaning.In conclusion, thats the postmodernism mindset.

1.Apakah antara ajaran postmodernism?

Jawapan : Poastmodernism mengajar supaya tidak perlu mengikut autoriti.

2.Apakah hasil yang dapat kita lihat dari fahaman ini?

Jawapan : Munculnya pluralisme agama.Munculnya liberalisme agama.

3.Apakah contoh masalah liberalisme agama?

Jawapan : Tidak taat kepada autoriti agama.Semua orang boleh buat keputusan hukum. Hukum Allah tidak ada. Yang ada, hanya keputusan manusia yang ditentukan oleh sejarah dan budaya.

4.Apa yang berlaku kepada umat islam yang menolak autoriti?

Jawapan : Mereka akan meruntuhkan autoriti mazhab.Masing-buat keputusan.Mereka buka terjemahan hadis,baca hadis,buat hukum sendiri.Buka tafsir-tafsir, buka terjemahan, membanding-bandingkan dan buat keputusan sendiri.

5.Boleh huraikan sedikit tentang postmodernism?

Jawapan : Postmodernism mengajar bahawa tiada autoriti yang stabil,tiada ilmu baik buruk yang stabil,tiada ilmu yang betul yang stabil.Semuanya mengikut penafsiran dan pengaruh budaya dan sejarah semasa.